Tahun ini, sesuai dengan prediksi saya, merupakan tahun kebangkitan bisnis dotcom Indonesia. Portal-portal lama berbenah diri dan melakukan investasi besar-besaran termasuk Detik.com, Kompas.com, Tempointeraktif.com dan Kaskus.us. Media konvensional kian serius menekuni online termasuk koran Bisnis Indonesia, Media Indonesia, MetroTV, majalah Selular dan Astro Awani. Pada saat yang sama, portal baru pun lahir silih berganti, seperti Inilah.com dan Dagdigdug.com serta portal spesifik seperti Smartdrive.co.id dan Tangandiatas.com. Nah, di ujung tahun ini, Grup Bakrie menutup gegap gempita dotcom sepanjang tahun 2008 dengan melahirkan sebuah portal berita baru: Vivanews.com.
Kehadiran Vivanews.com, menurut saya, merupakan salah satu catatan penting bagi industri dotcom di Indonesia. Kenapa? Sedikitnya saya memiliki empat alasan.
Pertama: merupakan cikal bakal konevergensi media.
Vivanews.com merupakan terobosan kelompok bisnis Bakrie di dunia maya, yang selama ini sudah malang melintang di media teve dengan memiliki ANteve dan TVOne. Pada saat peluncuran hari ini di Jakarta, streaming kedua saluran teve itu sudah bisa dinikmati di Vivanews.com. Memang baru itu konvergensinya. Namun saya berharap dalam perjalanan waktunya akan ditemukan konvergensi yang lebih menarik antara teve dan online, yang bukan sekadar menyiarkan langsung tv melalui streaming di sebuah portal.
Kedua, kemampuan investasinya cukup.
Sebenarnya saya ingin mengatakan bahwa kemampuannya investasinya amat besar karena berada di bawah kelompok bisnis raksasa yang pemiliknya pernah menjadi orang terkaya di Indonesia. Namun krisis ekonomi yang merontokkan harga saham Grup Bakrie serta masalah lumpur Lapindo yang masih membebani arus kas, jelas membuat Grup Bakrie semakin ketat dan hati-hati dalam melakukan investasi baru, termasuk di media online.
Namun saya tetap optimis Grup Bakrie akan menjaga reputasinya dengan membangun fondasi bisnis yang kokoh di dunia maya. Paling tidak, saya menduga mereka siap mendanai Vivwanews.com sampai tiga tahun sebelum menyapihnya. Itu waktu yang cukup untuk mengembangkan model bisnis online yang tepat dan membuat arus kas menjadi positif.
Ketiga, dukungan SDM yang baik.
Vivanews.com dibangun dan dikelola oleh orang-orang yang profesional di bidangnya. Mereka mengambil orang-orang terbaik dari media-media terbaik di negeri ini, termasuk dari Detik.com, Tempo maupun Kompas.
Keempat, konsep yang beda dengan Detikcom.
Sebagai yang terbaik dan terbesar di industrinya saat ini, Detik.com memang selalu menjadi benchmark bagi mereka yang ingin terjun ke portal berita. Banyak pengusaha dan investor yang ingin membangun portal seperti Detik.com. Namun Vivanews.com berusaha beda. Bukan kecepatan berita yang disajikan. Tapi menggabungkan kecepatan berita sebuah dotcom dengan kedalaman berita dan analisa sebuah majalah.
Memang belum terbukti apakah resep ini bakal ampuh mendongkrak trafik Vivanews.com. Namun saya angkat topi dengan resep ini.
Empat hal itulah yang mendorong saya menulis judul seperti di atas: 2008 Ditutup Manis dengan Peluncuran Vivanews.com.
Membangun sebuah portal berita menjadi sebuah bisnis bukanlah pekerjaaan mudah. Meningkatkan trafik dan mengundang banyak pembaca adalah satu hal. Mendapatkan income adalah hal lain. Di dunia maya, terutama di portal berita, memadukan dua hal itu merupakan tantangan luar biasa. Sudah banyak yang merasakan pahitnya bisnis ini. Namun saya berharap Vivanews.com bisa berkembang hebat dan memperkaya konten lokal di Indonesia.
Sumber : http://www.virtual.co.id/blog/dotcom/2008-ditutup-manis-dengan-peluncuran-vivanewscom/ |